Artikel

Mendaki Gunung Pake High Heels, Pria Ini Terkenal Mendadak

Anda pernah mendaki gunung? Bagi seorang petulang, mendaki gunung adalah hal yang sangat menyenangkan. menyatu dengan alam, meninggalkan sementara rutinitas kota yang melelahkan. Pada umumnya, orang mendaki gunung menggunakan sepatu yang seharusnya, misalnya sepatu tracking atau sepatu hiking yang memang cocok digunakan untuk medan berat seperti beberapa contoh di bawah ini.

Namun apa yang terjadi dengan seorang remaja berusia 19 tahun ini? Peristiwa berikut ini termasuk jarang terjadi, dan ramai dibicarakan di dunia maya. Dia mendaki gunung bukan menggunakan sepatu tracking, atau sepatu hiking , melainkan memakain sepatu high heels. Entah apa yang ada di benaknya saat melakukannya. Informasi selengkapnya seperti yang dilansir oleh okezone.com berikut ini

Di atas ketinggian 1.345 meter, Gunung Ben Nevis memang tidak memiliki jalur tersulit untuk didaki. Namun, hal ini menjadi lebih rumit ketika Ben Conway memilih mendaki menggunakan sepatu high heels dengan tinggi hak 5 inch atau setara dengan 12 sentimeter, terlebih dirinya adalah seorang pria.

Tentu dibayangan Anda ini adalah hal yang tidak mungkin, tetapi remaja ini mampu membuktikannya. Ben yang berusia 19 tahun dan notabene sebagai pelajar jurusan seni dari London ini memiliki alasan tersendiri untuk mendaki menggunakan sepatu high heels.

pria mendaki gunung menggunakan high heels

Rupanya, ia melakukannya karena tantangan yang diberikan padanya ketika mengisi aplikasi beasiswa dari Sekolah Seni di Brixton. Di dalam aplikasinya ia diminta untuk membuat sesuatu yang disukainya. Dan, sejak Ben suka dengan budaya drag (pertunjukan waria) dan sudah menggelutinya selama 13 tahun. Ia kemudian memutuskan untuk menggabungkan kedua hobinya tersebut.

“Saya memilih Ben Nevis karena ini paling besar. Saya berpikir jika saya pergi maka saya akan pergi ke sini, saya pergi dengan sewajarnya. Dan semua ini sedikit dilakukan dengan spontan,” tutur Ben seperti dilansir Odditycentral, Jumat (14/7/2017).

Ben memulai perjalanan mendakinya menggunakan high heels dari 08.00 pagi pada tanggal 27 Juni 2017. Dalam perjalanannya, ia ditemani dengan Callum MacKenzie Allen yang merupakan teman sekolah sekaligus yang merekam kegiatan selama rekaman video 2 menit. Perjalanan dilakukan selama lima jam dan tidak berjalan mulus.

Di tengah perjalanan menuju Ben Nevis, salah satu haknya patah, jadi ia harus merekatkan sepatunya ke kakinya agar tetap baik. Cuaca juga tidak berjalan mulus ketika ia mendaki, Ben mengatakan hujan terus turun sepanjang perjalanan.

Ia harus menahan hembusan angin selama sejam dari 40 ke 50 mil. Keadaan ini membuat keduanya harus kembali dari puncak dan Ben menggunakan sepatu mendaki untuk menuruni puncak. “Saya tidak pernah mendaki gunung sebelumnya dan ini menjadi kali pertama saya dengan sepatu hak.

Banyak orang memberikan dukungan positif tetapi beberapa di antaranya juga tidak mendukungnya karena saya harus memperhatikan kesehatan dan keamanan,” kata Ben. “Saya telah menyakiti diri saya dalam waktu semalam di London dibandingkan menggunakan high heels untuk mendaki Karena saya menggunakan kaus kaki untuk menahan,” sambungnya.

pendaki gunung dunia

Ben melakukan perjalanan menantang ini tak hanya untuk beasiswa semata, ia juga menghasilkan uang untuk menyumbang ke program amal LGBT Stonewall dan sepatu Sal yang menyediakan alas kaki bagi anak-anak kurang mampu di dunia. “Mendapatkan uang untuk program amal membawa kebahagiaan untuk hidup orang dan jika saya berhasil melakukan sesuatu yang konyol dan membawa kebahagiaan, dan ini gunanya dari perjalanan saya,” tukasnya. (fid)

Pos terkait